Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Banyak diantara pengguna sosial media yang membicarakan tentang sejarah Wahabi, namun tak sedikit pula orang yang membahas sejarah wahabi secara ngawur dan tidak berdasarkan fakta sejarah yang sebenarnya. Ada yang mengatakan wahabi itu suka mengkafirkan sesama Muslim lah, suka bom bunuh diri atas nama jihad lah, membunuh sesama muslim yang tidak sepaham lah, bahkan yang paling ramai di bicarakan adalah WAHABI SUKA MEMBIDA'AH BID'AHKAN SESAMA MUSLIM..
Dengan melihat fenomena seperti ini, saya berinisiatif mengajak pembaca sekalian untuk sejenak mendengar tausiah yang berjudul MELURUSKAN SEJARAH WAHABI yang disampaikan oleh ahlinya Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi
Berikut link kajian sunnah MELURUSKAN SEJARAH WAHABI
https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Meluruskan%20Sejarah%20Wahabi
Semoga dengan mendengar kajian ini dapat menambah wawasan kita tentang sejarah wahabi yang sebenarnya.. Aamiin ya Robbal 'alamin..
Wassalam...
Thursday, 15 December 2016
Tuesday, 6 December 2016
Ketika Hidayah Datang Mantan Gangster Pun Tobat
Setiap orang diyakini punya titik balik dalam hidupnya untuk bisa memiliki masa depan yang lebih baik.
![]() |
| Vince Focarelli yang dulu |
Vince Focarelli adalah seorang mantan ketua gangster asal Australia yang sekarang memiliki keinginan jadi orang baik setelah masuk Islam. Ia ingin hidup damai, memiliki keluarga yang normal, menjauhi masalah, dan banyak membantu orang lain.
Pria yang kini berusia 41 tahun itu menghabiskan enam tahun hidupnya dalam dunia yang kelam yang penuh dengan kejahatan.
Antara tahun 2010 sampai 2012, Vince pernah menjadi enam kali jadi target pembunuhan, menurut situs The Advertiser. Ia nyaris tewas dalam serangan bom di sebuah supermarket di Dry Creek, pada bulan Januari 2012 lalu.
Dalam serangan tersebut, anak yang paling disayanginya, Giovanni, harus meregang nyawa. Setelah itu, Vince harus ditahan atas tuduhan penggunaan narkoba.
“Kami kehilangan Giovanni dengan sayang disayangkan, ia selalu ada dipikiran kami,” lanjut cerita Vince.
“Kami selalu memikirkannya dan membicarakannya setiap hari.”
Vince adalah mantan ketua geng Comanchero yang berpusat di Sydney. Ia dibebaskan dari penjara dalam pembebasan bersyarat pada bulan April 2013. Sementara itu, ia tidak menceritakan bagaimana ia bisa sampai memeluk Islam.
Titik balik hidupnya bisa jadi hadir saat ia melihat anaknya tewas, akibat profesinya sebagai pelaku kriminal. Hal tersebut membuat Vince mulai menyadari ada yang salah dalam hidupnya, dan menemukan Islam mampu memberikan kedamaian yang selama ini ia cari.
Tak lama setelah masuk Islam, Vince membangun sebuah restoran sebagai pilar perubahannya. Ia mengatakan restoran bisa memberi makan para tunawisma dan memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan.
Setelah mengenal Islam, Vince mengatakan merasa sudah kembali ke jalan yang benar. Dia bahkan sekarang membuka sebuah restoran bernama La’Fig Cucina di Carrington St, Sydney, dan kerap memberi makan para tunawisma dan membagikan sedekah kepada orang miskin.
“Saya benar-benar telah menjauhkan diri dari semua aspek yang berkaitan dengan gangster dalam hidup saya,” ujar Vince seperti dilansir dari media Australia, Seven News.
“Saya manusia dan saya sudah terlepas dari kesalahan yang dilakukan di masa lalu, semua orang membuat kesalahan,” tambahnya.
Momen bulan Ramadhan seperti saat ini jelas memiliki makna khusus bagi Vince. Dia pun tidak ingin menyia-nyiakan bulan penuh ampunan ini berlalu begitu saja.
“Sebagai Muslim, ini tanggung jawab kita untuk memberi, terutama di hari Ramadhan di mana kita bisa belajar untuk rendah hati dan alim, serta menyerap semua kebaikan dan cinta yang ada di dalam diri setiap orang di seluruh dunia,” lanjut cerita Vince.
“Di bulan Ramadhan, apa pun yang kami jual akan ada porsi, presentase dari keuntungan itu, yang digunakan untuk kegiatan kemanusian. Kami ingin berkontribusi bahwa ini adalah cara yang terbaik.”
Vince menambahkan bahwa restorannya juga menyajikan katering untuk para tunawisma dan juga menyajikan sup malam bagi mereka yang membutuhkan.
Mantan pemimpin geng itu mengatakan ide untuk membangun restoran muncul setelah ada keinginan untuk menciptakan sesuatu yang halal dan ramah.
“Kami memulai berbicara di dapur kami, saya dan istri saya.”
“Mengapa kita tidak membantu komunitas Muslim dan melakukan sesuatu yang halal, organik dan vegan,” ceritanya.
Pria yang kini berusia 41 tahun itu menghabiskan enam tahun hidupnya dalam dunia yang kelam yang penuh dengan kejahatan.
Antara tahun 2010 sampai 2012, Vince pernah menjadi enam kali jadi target pembunuhan, menurut situs The Advertiser. Ia nyaris tewas dalam serangan bom di sebuah supermarket di Dry Creek, pada bulan Januari 2012 lalu.
Dalam serangan tersebut, anak yang paling disayanginya, Giovanni, harus meregang nyawa. Setelah itu, Vince harus ditahan atas tuduhan penggunaan narkoba.
“Kami kehilangan Giovanni dengan sayang disayangkan, ia selalu ada dipikiran kami,” lanjut cerita Vince.
“Kami selalu memikirkannya dan membicarakannya setiap hari.”
Vince adalah mantan ketua geng Comanchero yang berpusat di Sydney. Ia dibebaskan dari penjara dalam pembebasan bersyarat pada bulan April 2013. Sementara itu, ia tidak menceritakan bagaimana ia bisa sampai memeluk Islam.
Titik balik hidupnya bisa jadi hadir saat ia melihat anaknya tewas, akibat profesinya sebagai pelaku kriminal. Hal tersebut membuat Vince mulai menyadari ada yang salah dalam hidupnya, dan menemukan Islam mampu memberikan kedamaian yang selama ini ia cari.
Tak lama setelah masuk Islam, Vince membangun sebuah restoran sebagai pilar perubahannya. Ia mengatakan restoran bisa memberi makan para tunawisma dan memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan.
![]() |
| Vince Focarelli yang sekarang |
Setelah mengenal Islam, Vince mengatakan merasa sudah kembali ke jalan yang benar. Dia bahkan sekarang membuka sebuah restoran bernama La’Fig Cucina di Carrington St, Sydney, dan kerap memberi makan para tunawisma dan membagikan sedekah kepada orang miskin.
“Saya benar-benar telah menjauhkan diri dari semua aspek yang berkaitan dengan gangster dalam hidup saya,” ujar Vince seperti dilansir dari media Australia, Seven News.
“Saya manusia dan saya sudah terlepas dari kesalahan yang dilakukan di masa lalu, semua orang membuat kesalahan,” tambahnya.
Momen bulan Ramadhan seperti saat ini jelas memiliki makna khusus bagi Vince. Dia pun tidak ingin menyia-nyiakan bulan penuh ampunan ini berlalu begitu saja.
“Sebagai Muslim, ini tanggung jawab kita untuk memberi, terutama di hari Ramadhan di mana kita bisa belajar untuk rendah hati dan alim, serta menyerap semua kebaikan dan cinta yang ada di dalam diri setiap orang di seluruh dunia,” lanjut cerita Vince.
“Di bulan Ramadhan, apa pun yang kami jual akan ada porsi, presentase dari keuntungan itu, yang digunakan untuk kegiatan kemanusian. Kami ingin berkontribusi bahwa ini adalah cara yang terbaik.”
Vince menambahkan bahwa restorannya juga menyajikan katering untuk para tunawisma dan juga menyajikan sup malam bagi mereka yang membutuhkan.
Mantan pemimpin geng itu mengatakan ide untuk membangun restoran muncul setelah ada keinginan untuk menciptakan sesuatu yang halal dan ramah.
“Kami memulai berbicara di dapur kami, saya dan istri saya.”
“Mengapa kita tidak membantu komunitas Muslim dan melakukan sesuatu yang halal, organik dan vegan,” ceritanya.
Sumber : www.suratkabar.id
Subscribe to:
Comments (Atom)


