Ingin mendapatkan uang dari ziddu.com?

http://jodoh.hidupbaru.net/

21 Hari Mencari Jodoh 486x60Dapet Duit Dari Twitter 486x60

menu bar

iklan

Tuesday, 23 June 2015

Cahaya Langit Seperti Menari Terekan Video

Beberapa waktu lalu fenomena langit kembali membuat heboh di beberapa belahan dunia, tampak dalam video berdurasi 2 menit 37 detik yang berhasil direkam oleh
seorang amatir yang di unggah di situs www.youtube.com.

Berikut ini informasi yang dilansir oleh www.cnnindonesia.com.

Jakarta, CNN Indonesia. Fenomena alam kembali membuat kehebohan tersendiri. Di beberapa langit di sejumlah negara berhasil direkam melalui video amatir dan diunggah ke situs YouTube penampakan cahaya yang seperti menari di balik awan.

Salah satu video yang diunggah berjudul 'Strange in The Sky' pada tanggal 21 Juni 2015 oleh akun bernama Nomadfreeman. Di video yang berdurasi 2 menit 37 detik tersebut tampak semburat cahaya muncul dari sela-sela awan dan seolah seperti menari.

Penampakan ini berlangsung cukup singat dan mengabur di antara sinar matahari yang tertutup dengan awan. Fenomena tersebut memang cukup lumrah terjadi, namun ketika diperhatikan lebih jelas barulah tampak cahaya yang berbeda.

Bentuknya memanjang seperti senter menyorot ke atas, namun bisa dikatakan sinar yang meliuk seperti angin topan namun terpapar matahari. Demikian yang dikutip dari media Inggris, Metro.co.uk.

Diketahui penampakan yang terekam video ini terjadi di Greenwood, Indiana, Amerika Serikat. Dan sampai saat ini sudah ada 76 ribu kali video tersebut ditonton oleh pengguna YouTube.

Sementara itu, menurut penjelasan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bahwa cahaya meliuk di angkasa itu merupakan fenomena cuaca biasa yang bisa dijelaskan secara ilmiah.


 "Debit petir di awan yang membentuk badai kemudian mengubahnya menjadi medan listrik di atas awan karena beban kristal es yang memantulkan sinar matahari." kata pihak NASA.

"Medan listrik baru dengan cepat kembali berorientasi membentuk kristal geometris untuk orientasi baru yang mencerminkan sinar matahari berbeda."

 


No comments:

Post a Comment